Masjid Al Haraam 14 Nopember 2010 . . .
ketika saya dan istri sedang mengisi termos air dengan zam zam di lantai dua masjid Al-haram, saya berkesempatan ngobrol sebentar dengan Rumali seorang pengepel lantai masjid al haram makah yang ternyata dikontrak selama 4 bulan dengan gaji sekitar 1 jutaan perbulan. Rumali ini adalah pekerja musiman yang berasal dari daerah rangkas deket daerah Malingping Banten.Untuk bisa datang dan bekerja di al haram, pak rumali mengakui mengeluarkan biaya sebesar kurang lebih 21 jutaSahabatku, Ia datang ke makkah ini tujuan utamanya adalah berhaji. Lho koq? Pak rumali ini datang ke makkah dengan biaya sendiri lho, ia mengakui membayar 21 Juta rupiah ke yayasan yang memberangkatkannya di daerah Tipar. So secara ekonomi, uang yang diterimanya saat mengepel lantai masjid al haram tentu tidak sampai break even point kan he he he. Uang yang diperolehnya habis buat kebutuhan hidup sehari hari di Makkah. Pak rumali ini memperoleh 4 hari libur dari tanggal 9 sampai 12 dzulhijjah yang dapat digunakannya untuk menunaikan prosesi Utama haji mulai dari wukuf di arafah, mabid muzdalifah, mabit di Mina, melontar jamarat di mina sampai thawaf ifadah, sai dan ditutup dengan tahalull.
so dengan menjadi pengepel lantai ini, memperoleh banyak manfaat :
- pak rumali terbebas dari proses antri kuota haji, Note Waiting list Bogor 3-4 tahun . . . entah jakarta ??
- mengeluarkan biaya lebih murah . . . note ONH Bogor Tahun kemarin Rp 30,25 Juta
- dapat membiayai biaya hidup dari gaji,
- dan dapat pahala dari membersihkan masjid al haram, amiin
Taufik of BuitenZorg






0 komentar:
Posting Komentar